September 6th, 2008 by lee-diet
Kalau kita bertanya kepada diri kita berapa usia kita sekarang?, tentunya terasa lucu dan kita tentu tidak begitu peduli. Mungkin kita masih terlalu muda untuk menyadari berapa usia kita sekarang. Sering kita melihat ditengah keluarga kita mungkin anak kita yang sedang merayakan ulang tahun. Semua hadirin akan merasa bahagia dan senang karena dengan bertambahnya umur sianak maka akan bertambah pula keandaian dan pengetahuannya, namun bila kita melihat seorang kakek yang merayakan ulang tahun, selain kebahagian yang kita rasakan karena umur sang kakek bertambah namun terbesit dalam hati kita bahwa sebenarnya yang terjadi adalah sudah berkurang lagi setahun usia si kakek. Lantas apakah ini penting bagi kita? tentunya kita akan bertanya sama diri kita di usia kita yang sekarang apa yang sudah saya perbuat dan sudah cukupkah bekal saya untuk menuju kehidupan di akherat nanti. Mati hanya milik Allah, kapanpun dimanapun dalam suka ataupun duka kita tidak akan ada yang tahu saat kematian kita.
Nabi Muhammad SAW meninggal dunia di usia 63 tahun, sebagai umatnya kita bisa ambil tolak ukur kehidupan kita seusia beliau. kalo kita mencoba menganalisa berapa lama lagi kita hidup maka Usia Rasulullah sebagai tolak ukurnya. Bila kita sekarang berusia 30 tahun misalnya, maka 63 dikurang 30 sama dengan 33, jadi usia kita dianggap tinggal 33 tahun. Seandainya kita meninggal di usia kurang dari 63 tahun itu berarti kita mendapatkan discount dari Allah SWT, dan bila kita masih hidup diatas usia 63 anggap saja itu bonus main set bahwa makin muda usia kita sadar dan kembali kejalanNya maka akan semakin baik kualitas hidup kita nantinya di dunia dan akherat. Kita lihat sekarang di televisi banyak bermunculan ustadz - ustadz muda..subhanallah, masih fresh dan semangat. Mari kita bangun kembali generasi muda yang tidak hanya pandai dalam sain dan tekhnologi namun juga memiliki akhlak dan budi pekerti seperti Rasulullah..InsyaAllah. Bagi kita yang terpenting adalah segera mungkin menyadari kesalahan -kesalahan dan dosa-dosa yang telah kita perbuat hingga usia kita sekarang dan kita bertekad untuk tidak mengulanginya dimasa mendatang . Jangan tunggu masa tua tentu itu akan terlambat.
Kalau anda mungkin pernah haji atau umroh, kita melihat kakek dan nenek dengan didorong kursi roda terlihat betapa berat dan penuh perjuangan beliau melaksanakan rangkaian ibadah tersebut. namun dengan semangat yang tinggi beliau menyelesaikan rangkaian ibadah tersebut dengan penuh kekhusyukan. Dari sini kita berfikir bahwa akan lebih baik bila dimasa muda menjalankan rangkaian ibadah tersebut.
Marilah kita bersama menyadari dan bertanya kepada diri kita sudah berapa usia kita sesungguhnya..dan sudah siapkah kita menghadapi perjalanan kehidupan kita selanjutnya..khususnya bagi generasi muda, semoga bisa menjadi generasi yang berkualitas dan berguna di masa depan…Semoga Allah memberikan nur dan hidayahNya kepada hati kita sehingga kita selalu diberikan nikmat Iman dan Islam serta senantiasa bertaqwa kepadaNYa. Dan akhinya marilah kita perbanyak rasa syukur kepada Allah dengan memperbanyak zikrullah , terlebih dibulan penuh rahmah ini.
Adshit, 7 Sept 2008
DOCMA
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 29th, 2008 by lee-diet
Hari senin kemarin tanggal 28 Juli 2008, para Senior Medical Officer se-UNIFIL memenuhi undangan untuk mengunjungi Rumah sakit Level 3 UNIFIL ( Rafik Hariri University Hospital dan Hotel Dieu de France Hospital) yang berlokasi di Ibukota Lebanon ( Beirut ). Kedua RS tersebut dikontrak UNIFIL untuk menjadi RS level 3, sebagai rujukan tertinggi ditingkat UNIFIL. Sehubungan Indobatt SMO sedang melaksanakan cuti maka undangan diwakili oleh MO. Para partisipan yang hadir sejumlah 30 orang, dari sektor Barat diwakili oleh : Belgia, Polandia, Francis, Turkey, Italy, Portugal, serta Ghana dan dari Sektor Timur diwakili oleh Indonesia, Malaysia, China, Spanyol, dan India.
Setelah beristirahat sejenak, pukul 10.00 dengan mengendarai sebuah bus dari UN rombongan kemudian dilepas oleh Chief Medical Officer Dr. Rao untuk berangkat menuju keBeirut. Rombongan dipimpin langsung oleh Force Medical Officer LT.COL Dr Yadaf dari India. Rombongan tiba di tujuan yang pertama Rafik Hariri Unversity Hospital jam 11.30 selanjutnya rombongan diterima oleh Chief Medical nya dan menerima paparan khususnya tentang kesiapan RS Level 3 dalam menerima rujukan dan evakuasi. Setelah selesai menerima paparan rombongan diajak melihat fasilitas dan ruangan-ruangan rumah sakit. Sebagai RS rujukan tertinggi ditingkat UNFIL dan terhadap masyarakat lokal RS ini sudah di dukung oleh tenaga yang profesional dan fasilitas rumah sakit yang canggih. Para peserta umumnya terkesan dengan kondisi rumah sakit kondisinya c terawat dan bersih. Namun yang terpenting bagi UNIFIL adalah bagaimana caranya apabila ada korban atau pasien ( Casualty / medical evacuation ) dapat segera di kirim secara bertahap mulai dari TKP ke RS Level 1, 2 dan seterusnya ke Level 3. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan Helikopter dengan waktu kurang lebih 15 menit korban/pasien sudah tiba di RS. Setelah melihat dan berdiskusi secara langsung dengan staf medis fungsional Rumah Sakit rombongan pamit untuk melanjutkan kunjungan ke Hotel Dieu de France Hospital untuk makan siang. Dan setelah makan siang rombogan kembali diajak untuk melihat Fasilitas pelayanan RS tersebut hingga ke lantai atas sebagai landasan Helikopter. RS sakit ini agak berbeda dengan RS sebelumnya karena RS ini merupakan RS Private, sehingga peserta tidak diperkenankan untuk mengambil dokumentasi terhadap pasien yang sedang dirawat. Setelah pusa melihat dan berbincang-bincang dengan staf medis fungsionalnya, sore hari pukul 18.00 rombngan bertolak kembali ke Naqoura. Setelah tiba di Naqoura partisipan berpamitan untuk kembali ke homebasenya masing-masing.
Sebuah perjalanan yang mengasyikkan dan menambah pengalaman bagi saya, karena bisa berjumpa dengan para Senior Medical Officer se-Unifil yang merupakan perwakilan dari berbagai kontingen. Semoga ini bisa bermanfaat bagi saya pribadi dan bagi kontingen Indobatt pada umumnya…
TETAP SEMANGAT….GARRUDA…
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 27th, 2008 by lee-diet
Dia itu juniorku saat dibangku kuliah dulu, sekaligus sahabat bagiku. orangnya sederhana dengan segala penampilannya, ambisius dalam meraih prestasi yang terkadang membuat beberapa rekannya salah faham terhadapnya. Dia agak tomboy dilihat dari cara berpakaian dan prilakunya, mungkin karena ketiga saudaranya laki-laki sehingga membuatnya seperti itu. namun sesungguhnya naluri wanitanya sangat tajam. Dia sosok wanita saleha yang kukenal, penurut terhadap orang tuanya, loyal kepada guru dan atasannya, tanpa pamrih suka menolong rekannya. Sikapnya yang selalu ceria membuat dia terkadang suka iseng dengan temannya, yang unik darinya seolah-olah harinya tanpa rasa capek dan lelah karena dimana ada kegiatan di lingkungan angkatannya pasti dia akan hadir disana
Aku tak tahu kenapa aku menyukainya, yang jelas sudah menjadi takdir dan jodohku untuk menikahinya..satu hal prinsip yang kusuka sesungguhnya hatinya sepolos bunga putih yang harum mewangi ditaman surgawi..dan saat kutulis blog ini dia bersama buah hatiku rela untuk kutinggalkan dalam waktu yang cukup lama demi tugas dan tanggung jawabku terhadap merah putih. Aku bangga kepadanya karena dia telah membuktikan keutuhan cintanya kepadaku, keluarga, agama, bangsa dan negara. Dia rela mengikuti arus sungai kehidupan yang deras dan berbatu, penuh dengan jeram yang nista.

Tetap tegar bunga putihku, percayalah aku akan kembali kepangkuanmu, dan ketika saat nya tiba kapal kita kan berlayar kembali dengan penuh kebahagian menyongsong hari esok dengan penuh harapan…Semoga Allah selalu menjaga dan meredhoi cinta kita…Amin
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 17th, 2008 by lee-diet

Pagi itu tanggal 16 Mei 2008, mentari pagi begitu indah, dengan tenangnya sepasang suami isteri pasangan muda melangkahkan kakinya masuk dalam ruang kebidanan RS Pelamonia, setelah sepakat untuk Operasi Sesar atas indikasi yang sangat khusus. Akhirnya Operasipun berjalan dengan mulus dan tepat pukul 9.15 WITA bayi perempuan mungil dengan agak dipaksa lahir dari perut ibu mulia, dengan bb 3,6 Kg dan panjang 51cm, dia mengeliat penuh semangat seakan berkata cepat keluarkan aku karena aku tak sabar ingin bertemu orangtuaku..
Bayi ini kelak bernama FARRAS LITANI ABDILLAH MUCHTI..Farras dalam bahasa arab berarti cerdas dan banyak akal, Litani adalah sungai terpanjang di Lebanon, Abdillah adalah hamba Allah yang taat dan Muchti nama kedua kakek dan neneknya dari mamanya berarti Muchar dan Tiawarni..dan bila di artikan lebih kurang adalah Putri cantik dan cerdas yang memiliki rezeki bak sungai yang mengalir, berani menegakkan kebenaran dan memelihara perdamaian dengan senantiasa bersujud kepada Allah dan menghormati orangtua…AMIN
Semoga Farras sang putri peace keeper menjadi andalan bagi orangtua, keluarga, agama dan bangsa Indonesia…
Dengar doa papa dan mama nak,,engakau adalah putri kami yang semenjak janinmu terbentuk telah ditinggal papamu tugas atas nama bangsa dan agama, semoga ALLAH menjadikan kau sebagai putri yang tegar dalam tiap rintangan yang menerpa dengan segala daya upaya mampu pecahkan teka-teki dunia yang fana ini.
Jadilah putri yang saleha kebanggaan para muslimah sejati..kau adalah bukti kebesaranNYa karena dalam kesulitan dan doa, papa masih bisa menunggui kelahiranmu nak,,Subhanallah…
Cepat besar purti peace keeper, genggam dunia dengan jari lembutmu tuk damaikan penghuninya…
Adshit Alqusyair, malam 20.30 waktu Lebanon Selatan
Dalam kerinduan Illahi..
papa
Posted in Uncategorized | No Comments »